fb
Home    Artikel

Kamu Mahasiswa? Pengen Keliling Dunia ? Ini Caranya !!!
25-05-2017 22:47
  
administrator

Kamu Mahasiswa? Pengen Keliling Dunia ? Ini Caranya !!!
By : Rendy Bharata Putra


Duapao.com - Halo teman-teman DuaPao, bagaimana kabarnya? Kali ini saya pengen bercerita tentang kisah pribadi saya (ciye; kisah katanya. haha). Karena ini sebuah kisah pastinya akan panjang dan menguras energi, jadi sebelum mulai membaca, saya ingin memberikan sebuah instruksi kepada anda semua untuk menyiapkan camilan kecil dan secangkir teh/kopi/wedang jahe/beras kencur/STMJ/apalah yang penting anda bahagia , jadi jika nanti anda kelelahan saat membaca anda tidak perlu melambaikan tangan, melainkan cukup dengan beristirahat sejenak sembari nyeruput teh dan camilannya.

Oke !! Sepakat !! Kalau sepakat, mari kita lanjutkan.

Pamukkale Turkey

Kisah ini bermula saat saya masih menjadi seorang mahasiswa yang tak berdaya. Sudah kuliah selama 8 semester, namun belum pernah sekalipun mencicipi rasanya naik Pesawat Terbang. Sungguh TRAGIS nasib saya kala itu, namun anda gak perlu bersedih ataupun meneteskan airmata karena sayapun tegar menghadapi cobaan itu.

Waktu itu sekitar april 2012, salah seorang teman terbaik saya (ini orangnya: klik) mengeluarkan sebuah kalimat sakti yang membuat saya tidak bisa tidur berhari-hari, berbulan-bulan, hingga masih terngiang jelas sampai detik ini. Kalimat itu berbunyi "Awakmu kudu budal nang Eropa, ben luwih terbuka pikiranmu" translate: "Kamu harus berangkat ke Eropa, supaya terbuka pikiranmu". Mungkin bagi sebagian orang kalimat itu terdengar biasa-biasa saja namun berbeda dengan saya, kalimat itu serasa sangat menggelegar di telinga. Sebenarnya sih si temen ini juga belom pernah ke Eropa kala itu, ntah dapat darimana dia kalimat ini. hahaha. Namun dia sedang mempersiapkan sesuatu yang bisa membawanya terbang ke eropa gratis (sebuah trik warisan dari senior, tandasnya). Akhirnya terjerumuslah saya pada trik warisan milik teman saya ini.

Irlandia Utara

Persiapan Awal

Tidak lama setelah itu, saya langsung mengurus pembuatan paspor dan tepat pada tanggal 1 mei paspor saya sudah jadi dan siap digunakan untuk terbang kemana saja. Yes, satu step untuk keliling dunia sudah terpenuhi, paspor sudah siap. Selanjutnya saya melakukan pendaftaran ke sebuah Conference yang rencananya juga mau diikuti oleh teman saya tersebut. Nama acaranya adalah Vimun (Vienna Model United Nations). Ini adalah sebuah acara Simulasi PBB yang akan diadakan dikota Vienna-Austria, dalam acara ini kita akan berperan sebagai delegasi dari suatu negara untuk PBB. Isinya ya diskusi-diskusi sama debat gitu, yang mengikuti acara ini kebanyakan adalah mahasiswa jurusan hubungan international (HI), sedangkan saya sendiri jurusan Teknik Sipil (sungguh gak ada kaitanya sama sekali dengan acara yang ingin saya ikuti), namun saya tidak perduli yang penting saya bisa pergi ke eropa, mungkin ini jalannya, pikir saya kala itu.

Beberapa hari setelah melakukan pendaftaran, akhirnya saya mendapatkan email dari panitia yang menyebutkan bahwa saya telah diterima dan diundang untuk mengikuti acara tersebut. Kemudian saya mengirimkan email lagi ke panitia supaya memberikan surat yang biasa disebut "Letter of Support". Surat ini adalah surat sakti yang bisa digunakan untuk mencari sponsor di indonesia yang akan membiayai perjalanan anda selama mengikuti acara tersebut. Point penting : Acara ini adalah acara berbayar, jadi jika anda mau membayar biaya pendaftaran, sudah pasti anda akan diterima. tapi waktu itu saya nego dengan panitia supaya saya bisa bayar belakangan.

Setelah Letter of Support ada ditangan, disini perjuangan untuk mencari sponsor dimulai. Karena saya dan teman saya tadi beda kampus, jadi urusan mencari sponsor jalan sendiri-sendiri, tapi nantinya jika kita berhasil berangkat kita akan menjadi satu kelompok. Untuk menambah semangat juang, saya putuskan untuk mengajak satu teman yang berasal dari kampus yang sama (Ini orangnya klik, sekarang beliau tinggal di Turkey). Perjuangan mencari sponsor saya mulai dengan membuat proposal penawaran kerjasama dan browsing nama-nama dan alamat perusahaan yang sekiranya prospek. Proposal ini yang nantinya akan saya sebar ke pemeritahan maupun ke perusahaan-perusahaan. Waktu itu waktu yang saya punya untuk mendapatkan sponsor cuma 2 bulan 1 minggu, waktu yang cukup mepet untuk mendapatkan sponsor, mengurus visa, mempersiapkan akomodasi dll. Tapi karena semangat saya sedang memuncak, saya tetap lanjut berjuang (Haish,, semangat 28).

Screenshot at Apr 10 04-40-54

Ini yang namanya "Letter of Support"

Mencari Sponsor Di Jakarta

Proposal sudah ready, list nama & alamat perusahaan yang akan dituju sudah siap, akhirnya saya cuss ke Jakarta untuk mencari sponsor. Asal teman-teman tau ini adalah pertama kalinya saya pergi ke jakarta, bagi saya, jakarta saat itu sudah sangat luar biasa. haha. Saya berangkat dari Malang menggunakan kereta paling ekonomi (Matarmaja) dengan harga tiket Rp. 51.000 (Hemat, namanya juga mahasiswa). Rencananya saya akan berada di jakarta selama seminggu, dengan target dalam sehari akan mengunjungi 3-4 perusahaan/kantor pemerintahan. Rupanya setelah beberapa hari saya berada dijakarta, yang saya dapatkan tidak sesuai dengan harapan, semua perusahaan atau kantor pemerintah yang saya datangi cuma bilang seperti ini "Silahkan tinggalkan proposalnya di meja, kami akan telpon anda jika ada kabar dari pimpinan" atau "mohon maaf kami tidak menerima proposal pengajuan dana/sponsorship".  Yasudah, akhirnya proposalnya cuma kita tinggalkan di meja/respsionis di masing-masing perusahaan tersebut dan berharap supaya mendapatkan tanggapan dari perusahaan-perusahaan atau instansi pemerintah yang saya datangi.

Screenshot at Apr 10 04-46-47

Cover Proposal, Judulnya harus dibuat Semenggelegar mungkin

Memilukan

Seminggu berlalu dan saya kembali ke malang. Setelah kembali dimalang, yang saya lakukan sehari-hari hanya cek email, cek sms, cek telpon dengan harapan ada perusahaan yang memberikan kabar baik. Namun setelah satu bulan berlalu, gak ada satupun perusahaan yang memberikan kabar. Akhirnya saya putuskan untuk menelpon perusahaan tersebut satu-persatu. Dan diluar dugaan, rata-rata jawabanya sama, "Mohon maaf belom bisa membantu" atau kalau tidak begitu " Mohon maaf kita sudah mensponsori acara yang sejenis untuk mahasiswa lain". Hanya ada dua instansi yang memberikan respon agak positif yang kayaknya masih memberikan sebuah harapan, mereka adalah KEMENLU dan Dikti.

Pihak Kemenlu bilang, "mohon maaf, kalau dana, kami tidak bisa bantu, yang bisa kami lakukan untuk membantu kalian adalah kami akan membuatkan surat rekomendasi untuk ngurus visa". Oke minimal urusan visa sudah tertolong.  Sedangkan dari pihak Dikti menginformasikan bahwa status proposal kami masih dalam proses. Saya berasumsi kalau masih di proses berarti masih ada harapan untuk disetujui. Akhirnya saya menuggu dan menunggu, namun hingga 2 minggu sebelum jadwal keberangkatan saya belum mendapatkan kabar sama sekali dari Dikti. Akhirnya ya sudahlah, sudah tidak ada waktu lagi, mungkin dipercobaan pertama ini saya masih belom beruntung. Saya harus mencoba lagi dilain waktu.

Mencoba Bangkit

Eh rupanya, satu minggu berselang, alias 1 minggu sebelum keberangkatan saya mendapat informasi bahwa Dikti bersedia untuk memberikan sponsor senilai 10jt. Tapi karena waktunya sudah terlalu mepet dan dana itu juga masih kurang, akhirnya saya putuskan untuk tidak berangkat ke Austria.

Banyak Jalan Menuju Roma

Dengan adanya informasi dari dikti, semangat saya untuk kembali berjuang kembali memuncak. Yes, rupanya proposal saya sakti juga. hahaha (ketawa jahat). Saya mulai lagi dari awal, Saya cari acara baru, saya edit proposal, saya edit covernya supaya lebih menjual dan akhirnya saya menemukan sebuah acara yang bisa saya gunakan sebagai target. Nama acaranya adalah ROMUN (Roma Model United Nations). Sebuah acara yang sama dengan acara sebelumnya, namun lokasinya berbeda. Untuk Romun ini akan diadakan di Roma, Italy pada bulan November di tahun yang sama.

Akhirnya saya berkesempatan untuk membuktikan sebuah ungkapan yang legendaris "Banyak Jalan Menuju Roma". Yes I will do it.

Belajar dari percobaan pertama, dipercobaan kedua ini saya tidak lagi berangkat ke Jakarta untuk mencari sponsor (hemat cuy, kantong cekak). Dipercobaan kedua ini saya memanfaatkan peran Pak Pos dan Email. Lebih dari 25 alamat perusahaan yang di list saya. Sebagian saya kirim via pos, sebagian lagi saya kirim via email. Untuk percobaan kedua ini saya tidak begitu menghabiskan biaya, seingat saya cuma habis sekitar 300 rb, 250rb untuk kirim pos, dan yang 50 ribu untuk beli kertas dan mika untuk jilid proposal. Proposalnya kita jilid sendiri lho, ceritanya jadi tukang jilid dadakan.

Kali ini saya lebih aktif untuk menghubungi perusahaan-perusahaan yang sudah saya kirimi proposal. Dua minggu pertama saya sudah langsung menelpon satu persatu perusahaan tersebut, menanyakan apakah proposal saya sudah sampai, apakah proposal saya sudah diproses atau sudah sampai pada tahap apa proposal saya. Jawaban-jawaban dari perusahaan itu sangat bervariasi, ada yang bilang proposalnya sedang diproses, ada yang bilang proposalnya belom masuk, ada juga yang bilang mohon maaf tidak bisa membantu.

Dua minggu berikutnya, pagi hari saat saya tiba dikantor (ciye jadi orang kantoran, ceritanya sambil menunggu wisuda saya bekerja menjadi Drafter, namun itu cuma bertahan 2,5 bulan, saya merasa bosan dengan rutinitas berangkat jam 07.00 pulang jam 05.00 kemudian saya resign, dan saya berkata dalam hati, saya tidak akan melamar kerja lagi, saya cuma pengen melamar kamu. Ciyee. kamu yang akan mendampingiku selamanya, penasaran?? klik disini) Saya mendapati sepucuk surat dimeja kerja saya, di surat itu tertulis dikirimkan oleh PT. Semen Gresik tbk. Hati saya langsung berdetak kencang, apakah gerangan isi surat tersebut.

Saya buka pelan-pelan, dan alhamdulilah dalam surat tersebut tertulis kalimat singkat seperti ini " Kami bersedia membantu perjalanan anda ke Roma dengan nilai Rp. 12.000.000. Silahkan balas surat ini dengan melampirkan fc KTP dan nomor rekening anda". Betapa bahagianya saya mendapati surat tersebut. Yes.. Roma I am coming. Hahaha. Dengan kecepatan cahaya, saya langsung mempersiapkan fotocopy KTP dan membalas surat tersebut.

Ngurus Visa Dulu

Setelah merasa uang yang didapat sudah cukup untuk membeli tiket ke Roma, maka kami mulai mempersiapkan diri untuk apply visa Eropa. Seperti yang biasanya orang-orang bilang, bahwa ngurus visa Eropa itu mengerikan, harus punya dana sekian puluh jutalah, harus punya kerjaan yang oke lah dan lain sebagainya. Tapi saya tetap tenang karena saya sudah pegang surat sakti dari Kemenlu.

Asal anda tau waktu itu uang direkening saya cuma ada sekitar 500ribuan. Secara logika untuk ngurus visa aja kurang belom lagi biaya ke jakarta.... hahaha. Karena dana gak kunjung cair, dan masih belom mendapatkan sponsor tambahan, akhirnya saya menjual satu-satu nya Komputer yang sangat berjasa dalam hidup saya (yang telah membantu saya menjadi Sarjana), yang hasil penjualanya saya gunakan untuk apply visa.

Komputer saya laku Rp. 2juta, sekitar 900rb untuk biaya visa, 350 ribuan untuk asuransi, 350 ribuan untuk tiket kereta PP jakarta dan sisanya untuk biaya makan selama perjalanan ngurus visa. Habis sudah uang hasil jual komputer kesayangan tersebut :) :)

10 hari setelahnya, saya sudah pegang paspor dengan tempelan visa Schengen. Yeeey, Roma sudah semakin dekat. Namun yang membuat saya sedih, hingga 10 hari menjelang keberangkatan dana dari sponsor belom pada cair, sedangkan kita butuh untuk booking tiket pesawat, booking akomodasi dan lain sebagainya. Tapi akhirnya cair juga 1 minggu sebelum keberangkatan. Hingga akhir cerita total dana yang terkumpul baru sekitar 25juta untuk 2 orang. Jadi bisa dikatakan masing-masing orang mendapat jatah 12,5jt. Setelah kita belanjakan, uang tersebut hanya cukup untuk beli tiket pesawat PP JAKARTA-ROMA, Roma-Paris, Paris-Milan, Milan-Roma. Untuk biaya hidup selama di roma belom tercover. Putar otak lagi deh. Haha.

Akhirnya pertolongan datang, saya pegang uang hasil pinjam Rp 2,5jt  = 200 euro. Jadi di Eropa selama dua minggu saya cuma bermodal 200 Euro. Itu udah dipakai untuk hotel, makan dan transportasi selama disana. 1 minggu nginap dihostel, minggu berikutnya nginap dibandara Coba anda bayangkan, betapa ngiritnya saya disana...

"Sok yes, lokasi di Kantor Kementerian Luar Negeri Italia

"Sok yes, lokasi di Kantor Kementerian Luar Negeri Italia"

69288_3780881020924_2138283207_n

Jaket winter second seharga 25rb, beli dimalang. Beli Jaketpun belom mampu kala itu.. hiks.

NewYork - USA

Niagara Fall - USA & Canada

Kashmir-India

Oiya.. Rupanya saya sudah mulai ngantuk... Beijing sudah menunjukan pukul 04.32 pagi.

Kalau teman-teman pengen tau lanjutan dari kisah ini, pengen tau betapa udiknya saya saat pertama kali naik pesawat dan langsung terbang ke Eropa Silahkan komen "Lanjutkan om" maka akan saya lanjutkan kisah ini secepatnya.

Note : Sepulang dari Eropa, rasanya kepala saya dicuci habis-habisan, saya putuskan untuk tidak lagi kerja menjadi karyawan di perusahaan, karena saya berpikir itu akan menghambat saya kalau pengen jalan-jalan, karena keterbatasan jatah cuti. Akhirnya dengan status saya yang masih menjadi mahasiswa hingga sekarang, 3 tahun berselang, Alhamdulillah sudah lebih dari 30 negara dari 4 benua yang saya kunjungi. Jika dianugerahi umur panjang InsyaAllah di akhir tahun sudah lebih dari 40 negara dan 5 benua.

Terimakasih sudah mampir, semoga anda juga diberi kemudahan untuk berkunjung ke negeri yang sudah anda impikan. Tetep semangat. Keep Istiqomah.

67771_526488677370762_707340134_n (2)

Setelah acara ini, jadinya kita nongkrong di koran dan majalah. Foto majalah dan koranya ntah dimana saya cari-cari tidak ketemu. haha

Ringkasan Sementara dari Kisah diatas. Apa saja yang harus anda lakukan jika ingin keliling dunia dengan cara yang sudah saya praktekkan

  1. Anda wajib untuk memiliki Paspor. Silahkan segera buat paspor jika anda belom punya.
  2. Silahkan mencari acara yang diminati yang akan diselenggarakan dinegara-negara yang kamu impikan untuk kamu kunjungi. Cari acara yang berbayar saja, karena pasti anda akan diterima. (Anda tidak perlu pintar atau ber-IPK tinggi). Jadi yang IPK nya jongkok gak usah malu-malu. Hajar saja.
  3. Buat Proposal semenarik mungkin, pada bagian cover buatlah judul yang menggelegar.
  4. Persiapkan jauh-jauh hari, waktu efektif untuk memulai trik ini adalah minimal 4 bulan sebelum acara.
  5. Jangan ikut acara yang dilaksanakan di awal taun, karena biasanya akan susah dalam mendapatkan sponsor. (awal-awal tahun, para perusahaan masih sibuk mengatur2 keuangan mereka, jadi masih berhati-hati dalam mengeluarkan dana CSR :asumsi saya pribadi).
  6. Ambil acara yang diadakan dikisaran bulan 8 - 11 (Kemungkinan lebih mudah untuk mendapatkan pendanaan)
  7. Rajin-rajin menghubungi perusahaan yang sudah dikirimi proposal.
  8. Cari perusahaan yang sekiranya mempunyai bidang yang sama atau mendekati dengan acara yang ingin diikuti. atau bisa juga perusahaan yang ada hubungan dengan negara tempat acara akan diadakan.
  9. Rajin-rajin browsing tiket pesawat promo. Kamu bisa join disini, supaya tidak ketinggalan info tiket promo. KLIK DISINI
  10. Sedekahnya ditambah. (Jangan pelit)
  11. Rajin berdoa (jangan lupa untuk minta didoakan orang tua, teman-teman dan para gurumu)

DCIM100GOPROGOPR0749.

Salam dari Grand Canyon, USA

DOWNLOAD PROPOSAL : KLIK DISINI  

Jangan Lupa Di Share ya !!!

Mau Dapat Info Update Tiket Pesawat Promo dalam & Luar Negeri? SILAHKAN JOIN DISINI Kisah Lanjutanya Ada DISINI. KLIK>>>>>>>>>>

Semoga sukses!! Silahkan Share jika bermanfaat.

Saya : Rendy Bharata Putra.
Fb Pribadi >> Klik Disini

Label
|
loading